"Selamat pagi" kata bu guru baru ketika menyembulkan wajahnya "selamat pagi! bu" jawab anak-anak serempak. "Selamat bertemu dengan saya." bu dewi ngerasa terjadi perubahan total dalam kelas lupus. kemarin waktu dia datang untuk berkenalan. teman-teman lupus masih awut-awutan."tapi sekarang mereka berubah manis-manis dan wangi-wangi.
"hm, rupanya kalian janjian pake sampo bareng, ya?" sindir bu dewike anak-anak cowo.anak-anak senyum-senyum disindir bu dewi
"begitu dong kalo mau pergi sekolah, harus wangi dan rapi. suasana belajar kan jadi lebih enak kalo kelas wangi seperti ini. o ya, siapa ketua kelas disini?
"saya, bu!" teriak andi berdiri
"boong! saya, bu!" bram juga berdiri.
"yang bener saya, bu!' teriak lupus ngacungin tangan.
"tapi yang cocok saya, bu!" lilu ikut2tan ngaku ketua kelas.
"sudah,sudah,jangan ribut. saya percaya semuanya adalah ketua kelas." ujar bu dewi.
"iih, kalian kok jadi kayak dipasar aja!" protes ratih yang keganggu dengan keriuhan teman-teman cowoknya.
"tau tuh, bu! mereka sengaja mencari perhatian ibu!"
"tenang,tenang...semua anak disini ibu perhatikan." ujar bu dewi. selain menjadi rapi dan wangi, sikap duduk mereka jugs rapi, lupus yang sudah menghafal tips tentang cara mencari perhatian guru kece nyaris ga bisa apa-apa karena hampir tiap anak juga pada pengen diperhatikan ibu dewi! tapi lupus melihat kesempatan untuk bisa lebih diperhatikan bu dewi ketika bu dewi hendak menulis dan mencari spidol
"wah, spidolnya habis."
"biar saya ambil dikantor!" teriak lupus segera bangkit dan keluar kelas. tapi anak-anak yang lain ga mau kalah.
"lebih baik saya aja yang ngambil, ujar bram
"jangan, lari saya lebih cepat!" tugas andi
"hari ini saya tugas piket!" teriak lilu dan akhirnya hampir semua anakkeluar kelas untuk mengambil spidol di kantor
bu dewi geleng-geleng kepala
"hei, hei, yang ngambil spidol satu orang saja! jangan rame2!" tahan bu dewi. tapi anak-anak ga peduli. mereka cepat2 keluar.
"apa mereka begitu setiap hari?" tanya bu dewi kemudian pada anak2 yang masih didalam kelas.
"huu, boro2!" jawab anak-anak.mendengar jawaban itu bu dewi tersenyum.bu dewi kemudian berusaha mengajar dg baik dalam kelas sehingga anak2 merasa betah mendengar kata2nya.yang menarik hati lagi adalah ketika bu dewi menggelar sebuah kuis.
"ibu sediakan berupa buku tulis." katanya
"asyik!" teriak anak-anak. tiba2 lupus mengacungkan tangannya,mau cari perhatian.
"boleh usul ga?" teriaknya. "usul apa,lupus?" "saya usul hadiahnya jangan buku tulis yang masih kosong, tapi yang sudah diisi. diisi dengan kata2 mutiara tulisan tangan bu dewi!"
"setuuju!" "bu dewi geleng2 kepala lagi. bu dewi jadi hobi geleng2.
"ya ga dong" ibu dewi bisa cape menulis satu buku. tapi itu usul yang bagus. saya suka usul itu", hidung lupus langsung kembang kempis, bangga. tapi kalian jangan kecewa. dalam buku itu akan bu dewi bubuhkan tanda tangan ibu. gimana?"
"setuju!" teriak anak2 girang." "kita mulai kuisnya" ujar bu dewi."
"ayo siapa yang bisa bikin kalimat dengan kata barangkali, ujar bu dewi"
"saya, bu!" ujar lantang. "maju ke depan." ujar bu dewi lembut.
"karena saya ini anak baik, barangkali saja. ibu dewi jadi sayang sama saya." bu dewi tersenyum dan lagi2 geleng2 kepala.
"ada yg lain?" "saya bu!" andi tunjuk tangan.
"barangkali ibu dewi perlu bantuan saya? saya sih siap2 aja!" "bu dewi tersenyum tapi tak sempat geleng2 kepala karna dia ngeliat lupus ngacungin tangannya.
"ya, lupus." kamu bisa membuat dengan kata barangkali." "bisa bu" jawab lupus yakin." ayo, maju!" "pasir, batu, dan kerikil adalah barangkali." dan kontan semua anak ketawa mendengar kalimat bikinan lupus.
ternyata hampis smua anak mendapat hadiah. dan tanpa terasa udah sebulan kelas lupus diajar bu dewi. kemampuan berbahasa indonesia anak2 meningkat pesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar